Sabtu, 10 November 2012

Makalah Perubahan Anatomi Fisiologi Kehamilan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perubahan anatomi dan adaptasi pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan respon terhadap janin. Satu hal yang menabjubkan adalah bahwa hampir semua hampir semua perubahan ini akan kembali seperti keaadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan menyusui selesai.
Perubahan tentang perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi selama kehamilan merupakan salah satu tujuan utama dari ilmu kebidanan. Hampir tidak mengerti proses penyakit yang terjadi selama kehamilan dan masa nifas tanpa disertai pemahaman mengenai perubahan anatomi dan fisiologi ini.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester pertama (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)
2.      Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester kedua (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)
3.      Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester ketiga (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester pertama (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)
2.      Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester kedua (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)
3.      Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester ketiga (sistem reproduksi,  payudara, sistem endokrin dan imunitas)

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Trimester 1
II.1.1 Sistem Reproduksi
a. Uterus
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot sementara produksi meosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan ikat dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalanya hanya sekitar 1,5 cm bahkan kurang.
Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon esterogen dan sedikit oleh progesteron.akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan ukuran uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi.pada awal kehamilan tuba fallopi,ovarium,dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus,sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus.posisi plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus,dimana bagian uterus yang mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan tanda piscaseck.
Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat.seiring dengan perkembangan kehamilannya,daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.
Isthmus uteri pada minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan isthmus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda Hegar.
Pada akhir kehamilan 12 minggu uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus seiring perkembangannya,uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus kesamping, dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati. Sejak trimester I kehamillan uterus akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri.
b. Serviks
            serviks  menjadi lunak(soft) yang disebut dengan tanda Goodell, banyak jaringan ikat yang mengandung kolagen,kelenjar servikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus karna pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid yang disebut tanda Chadwick.
c. Ovarium
            proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda.hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan. Dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progeteron dlam jumlah yang relatif minimal.
d. Vagina dan Vulva
Minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tampak merah dan kebiruan (tanda chatwick). pH vagina menjadi lebih asam. Dari 4 menjadi 6.5 menyebabkan rentan terhadap infeksi vagina. Mengalami deskuamasi/pelepasan elemen epitel pada sel-sel vagina akibat stimulasi estrogen membentuk rabas vagina disebut leukore (keputihan). Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan produksi mukosa vagina yang tebal, jarinagn ikat longar, hipertropi otot polos dan pemanjangan vagina.
II.1.2  Payudara
            Fungsi hormone yang mempersiapkan pemberian ASI antara lain sebagai berikut.
a.       Esterogen
ü  Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara.
ü  Menimbulkan penimbunan lemak dan air,serta garam sehingga payudara tampak makin besar.
ü  Tekanan saraf-saraf akibat penimbunan lemak,air,dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara.
b.      Progesteron
ü  Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
ü  Menambah sel asinus.
c.       Somatomamotrofin
ü  Memengaruhi sel asinus untuk membuat kasein,laktabumin,dan laktoglobulin.
ü  Penimbunan llemak sekitar alveolus payudara.

II.1.3 Sistem Endokrin
ü  Meningkatnya hormon esterogen dan progesteron
ü  HCG berfungsi memproduksi korpus luteum
ü  HPL naik bersifat diabetogenik, sehingga kebutuhan insulin wanita hamil naik.
ü  Prolaktin terus meningkat
ü  STH rendh ditekan HPL
II.1.4 Sistem Imun
ü  Peningkatan PH vagina menyebabkan wanita hamil rentan terhadap infeksi vagina.
ü  Sistem pertahanan tubuh ibu tetap utuh,kadar immunoglobin dalam kehamilan tidak berubah.
II.2 Trimester II
            II.2.1 Sistem Reproduksi
    a. Uterus
            bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban dan dinding rahim terasa tipis.
Posisi rahim :  a. Pada empat bulan kehamilan,rahim tetap berada pada rongga pelvis.
b. setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesaran       nya dapat mencapai batas hati.
c. rahim yang hamil biasa nya mobilitas nya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri
           
pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak antara pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada kehamilan 20 minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu, TFU terletak setinggi pusat.
b. serviks
serviks bertambah dan menjadi lunak (soft) yang di sebut dengan tanda Gooldell. Kelenjar endoserfikal membesar dan mengeluarkan cairan mukus. Oleh karna pertumbuhan dan pelebaran pembulu darah, warna nya menjadi lipid yang di sebut tanda Chandwick.
c. Ovarium
      saat ovulasi terhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuk nya plasenta yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron ( kira-kira pada kehamilan 16 minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm)
d.      Vagina dan vulva
Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan peningkatan sensitifitas yang menyolok,serta meningkatkan libido.
II.2.2 Payudara
Perubahan pada ibu hamil
a.Payudarah menjadi lebih besar
b. ariola payudarah makin hitam karna hiperpigmentasi
c. glandula montgomery makin tanpak menonjol di permukaan ariola mamae
d.pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu akan keluar cairan putih jernih ( kolestrum) yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi
e.pengeluaran ASI belum terjadi karna prolaktin ini di tekan oleh PIH ( prolactine inhibiting hormone)



            II.2.3 Sistem Endokrin
pada kehamilan plasenta membentuk sejumlah besar gonadotropin korion manusia , progesteron , somamotropin korion manusia . pada bumil ovum tidak terbentuk tetapi estrogen & progesteron yang terbentuk . sekresi hormon dapat diukur dalam darah , menjelang 16 – 20 mgg setelah ovulasi akan terjadi peningkatan sampai kadar relatif rendah .
• Sekresi hipofisis , kelenjar hipofisis anterior membesar sedikir nya 50% selama kehamilan & meningkat kortikotropin tirotropin, & prolaktin.
• Sekresi kortikosteroid , menigkat selama kehamilan untuk membeantu mobilisasi asam amino dari jaringan ibu sehingga dapat dipakai untuk sintesis jaringan janin
• Sekresi kelenjar tiroid , membesar sekitar 50% dan meningkat produksi tiroksin yang sesuai dengan Pembesaran tersebut .
• Sekresi kelejar paratiroid , membesar selama kehamilan à terjadi bila ibu mengelamai defisiensi Ca / kalsium dalam makanan nya . karna janin akan mengunakan Ca ibu untuk pembentukan tulangnya sendiri .
• Sekresi relaksin oleh ovarium . agak diragukan fungsi nya karna mempunyai efek perlunakan servik ibu hamil pada saat persalinan dan penghambatan mortilitas uterus .
            II.2.4 Sistem Imun
Janin sebenar nya merupakan benda asing bagi ibu nya karna hasil pertemuan dua gamet yang berlainan. Namun ternyata janin dapat diterima oleh sistem imunitas tubuh , hal ini merupakan keajaiban alam dan belum ada gambaran jelas tentang mekanisme sebenar nya yang Berlangsung pada tubuh bumil.
 Imunologi dalam janin kebanyakan : dari ibu ke janin sekitar 16 mgg kehamilan dan terus meningkat ketika kehamilan bertambah , tetapi sebagian besar lagi diterima janin selama empat minggu terakhir kehamilan.




II.3 Trimester III
            II.3.1 Sistem Reproduksi
a. Uterus
            Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan empat puluh minggu.pada kehamilan 28 minggu, TFU terletak 2-3 jari diatas pusat,pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Px. Dan pada kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga jari dibawah px.   Pada trimester III , istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.
b. serviks
                        Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin kebawah .  Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter.
Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.
            Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.
c. Ovarium
                        Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron di ambil alih oleh plasenta.
d. Vagina dan Vulva
                        vagina dan vulva mengalami perubahan karena pengaruh esterogen.akibat dari hipervaskularisi,vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina atau portio serviks di sebut tanda chadwick.

             II.3.2 Payudara
ü  Payudara menjadi besar dan meregang dan bertambah berat
ü  Hyperpigmentasi terjadi pada areola
ü  Pertambahan besar pada payudara dipengaruhi oleh hormon progesteron dan estrogen.

II.3.3 Sistem Endokrin
Hormon Somatomamotropin, esterogen, dan progesteron merangsang mammae semakin membesar dan meregang, untuk persiapan laktasi.

II.3.4 Sistem Imun
            Human chorionic gonadotropin dapat menurunkan respons imun wanita hamil. Selain itu, kadar IgG, IgA, dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan, hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga term. Perubahan –perubahan ini dapat menjelaskan penigkatan risiko infeksi yang tidak masuk akal pada wanita hamil.



                                                                           BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
             pada setiap trimester terjadi perubahan-perubahan pada sistem reproduksi,sistem endokrin, sistem imunitas,payudara, sistem perkemihan, dll.
Perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan akan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil,setelah proses persalinan dan menyusui selesai.
III.2 Saran
Ø  Kami berharap agar teman-teman dapat mengerti materi yang telah kami sampaikan.
Ø  Seorang bidan sebaiknya menguasai perubahan-perubahan dan adaptasi pada setiap ibu hamil.
Ø  Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.














DAFTAR PUSTAKA

Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC
www. ilmu-ilmukeperawatan.blogspot.com/.../kehamilan-trimester-3.html
www.mediamedis.blogspot.com/2011/07/kehamilan-trimester-1-2-3.html




















 




4 komentar: